Buku
Sebatang Kara
Buku ini berkisah tentang Kara, seorang gadis yang mengalami emotional child abuse sejak masa kanak-kanaknya.
Beragam lika-liku kehidupan telah Kara lalui hingga menggoreskan luka di dalam hati yang menjelma dilema ketika masa remaja.
Meskipun tidak mudah, seiring berjalannya waktu Kara mulai berdamai dengan dirinya sendiri.
Dalam buku ini juga membahas seputar isu kesehatan mental dan panduan sederhana untuk mengenali diri lebih baik.
Buku ini adalah sahabat, yang akan mengajak pembaca menjelajah relung hati terdalam dan perlahan menyembuhkan luka yang terpendam.
Seorang konselor yang pernah mengalami emotional verbal abuse ketika masa kecil. Sebuah mimpi yang besar membuatnya bisa pulih dari trauma di masa kecil melalui terapi pemulihan dan sekolah pada bidang counseling.
“Buku ini mengajak kita, para pembaca, untuk merefleksikan masa lalu yang mungkin masih tersisa dalam ingatan dan perasaan kita. Penulis memberikan pemicu kepada para pembaca untuk menyelisik sisa ingatan dan perasaan masa kecil inner child kita dengan berbagi cerita tentang Sebatang Kara. Sosok Kara kecil sampai masa remaja mengalami pergumulan hidup yang tidak mudah untuk diterimanya.”
Dr. Melina Surya Dewi, M.Si.
(Dosen Seni, Ahli Pendidikan, Play Therapist)
“Di tengah pandemi Covid-19 yang membuat kehidupan menjadi sulit, Lisa Mandira menulis buku dengan judul Sebatang Kara. Buku ini banyak berkisah tentang bagaimana mengendalikan emosi, terutama mengendalikan diri dalam menghadapi kenyataan yang tidak berjalan seiring dengan impian. Sebuah buku yang isinya kaya akan pelajaran kehidupan. Selamat kepada Lisa Mandira untuk buku yang sarat makna ini.”
Chappy Hakim
(Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia)
“Trauma pada umumnya terjadi karena kita tidak hidup dalam dunia yang sempurna. Bagaimanapun juga, dampak trauma sangat luas dan dalam, baik negatif maupun positif. Salah satu dampak positif dari trauma adalah pertumbuhan yang positif setelah bergulat dengan pengalaman traumatik. Istilah untuk perubahan ini adalah post-traumatic growth. Inilah yang disampaikan dalam Sebatang Kara, bahwa penderitaan juga bisa sebagai batu pijakan untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam meraih mimpi.”
Aileen P. Mamahit
(Ph.D. in Clinical Psychology, Dosen Konseling STT SAAT Malang)
“The book is a powerful depiction of a little girl’s emotional and psycological struggles growing up. How having true friends supporting her during adolescent life help her cope up more on understanding one self. The book is a great guide for parents and educators as it also tackles how support system and professional help in a child’s early intervention to avoid future mental health problem.”
Thelma A. Tan
(Bachelor of Science in Education, Principal in Early Childhood Center Preschool & Montessori Trained Teacher)
“Educators play a vital role in the early childhood development of a child. Sharing to them a positive learning can help in their intellectual, social and emotional development, a good foundation for the later school success.”
Joy S. Catigan
(Bachelor in Special Education, Preschool Teacher in ECC)