Perjalanan Dokter Muda di bagian anestesi
Peran Dokter Anestesi
Cerita persahabatan lima sekawan yang saling mengisi
Mitos di rumah sakit “Tembok yang Bisa Berbicara”
Pengajar Dokter Muda (Koas) Anestesi
“Kegagapan dan kegugupan mengayun langkah pertama menjadi tenaga medis selalu dialami para Dokter Muda. Namun karena panggilan jiwa, akhirnya mereka bisa menikmati kebahagiaan sebagai pelayan masyarakat. Hal itu ditulis dengan indah oleh Igun Winarmo, seorang Dokter Spesialis Anestesi.”
Ahmad Tohari
(Sastrawan)
“Novel Radar Juang telah mengemas kehidupan para koas stase anestesi yang dapat diikuti dengan mudah. Imajinasi para pembaca akan dibawa ke alam medis untuk mengetahui bagaimana asam manis kehidupan di rumah sakit, bagaimana cara tenaga medis menghadapi pasien dengan kadar prioritas yang berbeda-beda, dan masih banyak lagi.”
Helmy Yahya, MPAcc, Akt, CPMA, CA
(Businessman)
“Sebuah novel yang cukup menginspirasi. Dari novel ini masyarakat bisa tahu bagaimana situasi di IGD, pasien mana yang harus diprioritaskan untuk memeroleh penanganan, dan masih banyak lagi kehidupan medis yang dijabarkan.”
Ir. Achmad Huesin
(Bupati Banyumas)
“Setelah membaca novel ini, saya teringat tahun 1991 sampai 1992 di saat menjalani koas. Radar Juang menggambarkan keadaan riil dinamika Pendidikan Kedokteran di Indonesia. Novel ini enak dibaca, khususnya buat masyarakat awam yang ingin mengetahui sekelumit kehidupan mahasiswa kedokteran.”
dr. Widya Istanto, Sp.An., KAKV, KAR
(Ketua Indonesian Association of Cardiovascular Anesthesiologist <IACA>))
“Di tangan Dokter Igun, rimba raya kedokteran bisa dijelaskan dengan renyah. Orang yang tidak tahu dan tidak mengerti, bisa manggut-manggut dan tercerahkan oleh penjelasan Dokter Igun dalam buku Radar Juang, termasuk saya.”
Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd.
(Guru Besar Sastra Universitas Negeri Malang)
“Buku yang ringan dibaca meskipun mengandung bobot keilmuan kedokteran yang mendalam. Menjadi sajian bergizi dengan nilai-nilai spiritual yang ditata apik. Asli, buku ini harus dimiliki oleh para pelajar, mahasiswa kedokteran dan kesehatan, serta masyarakat yang ingin tangguh dalam berjuang.”
Farhan Ali
(Penulis Novel Sang Pembius dan antologi Knock Out)
“Radar Juang menjadi salah satu media perantara curahan ilmu serta pengalaman—langsung maupun tidak langsung—yang ingin penulis bagikan. Dibumbui dengan humor dan dramatisasi setiap adegan, serta pengemasan transisi jalan cerita yang rapi, membuat novel ini nyaman untuk dibaca di segala waktu.”
David MinG
(Founder PT Litera Mediatama)
“Buku ini menginspirasi kita lewat kisah epik yang menggugah. Tak terasa halaman demi halaman dilalui dengan mengalir, penuh kenikmatan saat menyelami kisah perjuangan dan kehidupan para dokter. Banyak pelajaran kehidupan bisa kita ambil untuk membangun ‘kepemimpinan diri’ dengan menyelami tiap tokohnya.”
Surya Kresnanda
(Pelatih Kepemimpinan)
“Novel yang menjelaskan kisah yang sebenarnya layak dijadikan tuntunan hidup bagi kami, para Dokter Muda. Kisah lima Dokter Muda ini sungguh menarik, banyak momen-momen seru, kocak, dan romantis yang membuat pembaca selalu penasaran dengan kelanjutan kisahnya. “
Aditya Paelo Rizki Sikumbang, S.Ked.
(Ketua Himpunan Mahasiswa Koas FK Undip Tahun 2021)