Zaman menunjukkan dominasi perempuan meningkat di dunia kerja.
Perempuan harus berdiri di atas pengetahuan dan kesiapan.
Untuk memahami situasi serta tantangan ketika memilih jadi pekerja.
Di sisi lain, perempuan memegang peran penting di keluarga.
Sebagai istri yang menenangkan suami dan ibu bagi anak-anaknya.
Lantas, bagaimana perempuan dapat menyeimbangkan seluruh perannya?
Mengapa perempuan perlu tetap mengambil peran profesional?
Apa risiko terbesar yang menghantui wanita pekerja dengan peran ganda?
Apa saja hal yang dibutuhkan untuk menjadi versi terbaik diri dalam ketiga peran tersebut?
Buku ini membahas tentang
Stres dan burnout akibat work-family conflict (WFC) kerap menjadi momok bagi perempuan yang berperan multipel. Buku ini menghadirkan cara mengelola dengan bahasa yang ringan dan mengalir.
Aswalmi Gusmita lahir di Pekanbaru pada 31 Oktober 1979. Buku ini pada hakikatnya menjadi refleksi perjalanan 17 tahun penulis menjalani kariernya dengan tetap menjadi ibu dan istri. Terlebih lagi, jika kebermanfaatan itu dapat abadi dalam sebuah karya tulis yang dinikmati banyak orang.
Kata Pengantar
Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si.
Wakil Ketua FPKS-DPR RI
Buku ini penting karena tidak menghakimi perempuan, tetapi mengajak kita memahami bahwa kelelahan, konflik batin, dan rasa bersalah yang sering dialami perempuan adalah realitas yang perlu dikelola bersama.
Kata Mereka Tentang Buku
Pelukan 3 Dunia: Tentang Menjaga Harmoni dalam 3 Peran (Istri, Ibu, dan Wanita Pekerja)
“Tidak hanya mengajak refleksi dari berbagai kisah yang dihadirkan, tetapi juga memberikan tip yang banyak dan baru saya ketahui lewat buku ini.”
apt. Ismiarni Komala, M.Sc., Ph.D.
Dosen Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
“Bahasanya ringan dan mudah dicerna. Meski ada menghadirkan beberapa teori ilmiah. Namun mudah dipahami.”