
Temukan dalam …

Kisah ini tentang Nia yang belajar tegar setelah kehilangan sosok ibunya. Sejak kecil hingga dewasa, hidupnya dipenuhi nasihat sang ibu yang abadi. Meski raga telah tiada, kasih dan kenangan itu tetap hidup, menyertai setiap langkahnya.

Nicken Destriana, seorang ibu dua anak dan pendidik lebih dari dua dekade, menulis karya pertamanya sebagai ungkapan kenangan, rasa, dan harapan. Terinspirasi oleh kasih dan keteladanan orang tuanya, ia menuturkan kisah hidup serta nilai-nilai yang tumbuh seiring perjalanan hidupnya.
Soft cover, laminasi doff, emboss, spot uv
14 x 20 cm (A5)
150 halaman (Black and White)
Bookpaper 55 gr
Dari peran seorang Ibu, anak mampu belajar nilai, disiplin, dan arah moral yang menuntun pada tanggung jawab serta empati. Kisah ini menjadi refleksi universal tentang keluarga yang menegaskan bahwa warisan terindah dari seorang Ibu bukan harta, melainkan prinsip yang menuntun sepanjang perjalanan hidup.
Surya Kresnanda
Leadership coach, Co-founder PT Tinta Langit,
Head coach Ganesha Public Speaking
“Episode demi episode yang tertuang dalam kisah Lentera Warisan Ibu menggambarkan dengan indah bagaimana cinta seorang Ibu adalah wujud nyata dari kasih Ilahi ….”
David MinG
(Professional ghostwriter, Founder Penerbit Litera Mediatama, Co-Founder PT Tinta Langit, Direktur Yayasan Hamalatul Qur’an Amanah)
“Selesai membaca, haru tidak dapat ditahan karena pembaca dapat merasakan dan membayangkan kondisi penulis dalam cerita dan perjuangan penulis saat menceritakan kembali situasi tersebut.”
Ita Trisnawati
(Dosen Trisakti School of Management)
“Sangat menyentuh dan mengingatkan kita betapa berharganya memiliki seorang Ibu. Paling suka cerita Masa Kecil!”
Stella
(Dosen Trisakti School of Management)
