Kota (Beneran) Pintar

Pemanfaatan Teknologi yang Meninggalkan Legacy

“Saat membahas teknologi informasi, harus jelas keinginan dan kebutuhannya seperti apa. Semua kebutuhan dan keinginan itu menentukan bagaimana goals akan dicapai, melalui pendekatan apa, dan dengan sumber daya apa saja.”

Euforia adaptasi teknologi dalam bentuk Kota Pintar atau Smart City ramai digaungkan.

Pertanyaannya, benarkah Kota Pintar yang banyak diserukan saat ini, sudah benar-benar “pintar”?

Atau sebenarnya, implementasi proyek Kota Pintar yang dikatakan sukses selama ini, hanya di permukaan saja?
Karena ternyata jika digali, banyak kegagalan dari segi waktu, biaya, dan tenaga.

Temukan perspektif lain dalam memandang kebermanfaatan
meraih predikat Smart City melalui buku ini!

Mengantarkan Anda untuk menemukan:

Fakta umum penerapan teknologi di lingkungan pemerintahan.

Langkah-langkah untuk memperjelas praimplementasi Smart City.

Cara jitu dalam akuisisi teknologi.

From framework to it works dalam perwujudan Smart City.

Beberapa referensi nyata penerapan teknologi tepat guna melalui video dan augmented reality.

profil penulis

Dr. Ir. Endroyono, DEA.

Dosen di Prodi Teknik Telekomunikasi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS. Ahli ICT dan Manager ICTR di STP ITS Surabaya.

Khalid Mustafa, S.T., M.Kom., CCMS.,  C.MC., CPSp., CCD., CPCD.

Pendiri firma KM & Partners, perintis Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemdiknas, trainer tersertifikasi LKPP bidang pengadaan.

Erick Karya, S.Kom.

Pendiri startup Metakota yang pada tahun 2018 berhasil ke Sillicon Valley, San Fransisco, California untuk diinkubasi oleh perusahaan investasi multinasional.

Rinto Setiyawan, A.Md.T.

Pengusaha dan tech enthusiast, founder PT Arion Indonesia, co-founder PT Enygma Solusi Negeri, co-founder PT Radius Supermedia.

testimoni:

“Buku ini memberikan perspektif berbeda, sekaligus dapat menjadi bahan kaji kembali bagi perumus dan juga pelaku kebijakan; pun demikian dengan stakeholders yang melingkupi.”
Muhammad Nur Widianto, S.Sos.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang

“Buku ini hadir dengan gaya bahasa lugas, menarik, dan bagus secara keseluruhan. Menerangkan bahwa problem utama Smart City adalah harus memulai dari mana dan keinginan mewujudkan sesuatu yang sempurna.”

H.M. Faisal, S.Sos., M.Si.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika Provinsi Kalimantan Timur, Ketua Asosiasi Diskominfo Provinsi Selurh Indonesia
“Saya berterima kasih dan bersyukur atas terbitnya buku ini. Menjadi pengingat bagi kita semua bahwa teknologi informasi harus direncanakan dengan baik dan berbasis pada kebutuhan layanan masyarakat. Selamat dan sukses untuk penulis.”
Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.I.P.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur
“Buku ini menjadi rekomendasi dalam rangka daerah menuju Smart City. Mengingat perlu persiapan matang yang terencana dan terukur dalam sebuah masterplan Smart City dan dukungan semua stakeholder terkait.”
Drs. Sri Ilham Wahyu Subekti, M.Si.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri

Buku ini diharapkan dapat mengubah mindset pembaca atau pemangku kepentingan bahwa Smart City is not just technology information, tetapi suatu konsep penyatuan sumber daya yang ada dengan TIK sebagai enabler.”

Dra. Ninik Asrukin, M.M.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gresik
“Ada banyak panduan dan step by step yang diperlukan untuk kesiapan daerah menjadi Kota Pintar. Semoga dengan buku ini akan tercipta smart governance, smart economy, smart living, smart environment, smart society, dan smart branding yang sempurna.”
Ir. H. Achmad Washil Miftahul Rachman, M.T.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik
“Judul yang menggelitik. Seolah mengajak setiap daerah untuk bertanya-tanya apakah benar kota yang mengeklaim dirinya smart, memang benar-benar pintar? Melalui buku ini, pembahasan mengenai Smart City terasa ringan dan aplikatif. Patut untuk menjadi referensi setiap daerah guna mewujudkan Kota Pintar.”
Helmy Yahya

Business coach

“Buku ini tentu saja akan menjadi sebuah rujukan bagi pemerintah daerah, khususnya dalam mengoptimalkan penerapan Smart City. Yang pasti, Smart City atau Kota Pintar semestinya lahir dari suatu kebutuhan akan inovasi dalam penyelenggaraan pembangunan di Indonesia.”
Andi Yuniantoro
Pemerhati digitalisasi pemerintahan

segera miliki
bukunya

HANYA DENGAN

Rp750.000