Hard cover (laminasi doff, spot UV)
A5
350 halaman
Bookpaper 55 gr
Huraira menekuni hobi menulis sebagai salah satu media pengobatannya. Huraira tengah hobi mendalami literasi, khususnya menulis novel fiksi. Hingga saat ini, Huraira tengah fokus menyelesaikan novel keduanya. Harapannya, novel karyanya bisa membuat perubahan menuju kebaikan dan ketakwaan kepada-Nya.
“Fenomena cinta dan agama selalu indah untuk dikisahkan karena agama Islam itu sendiri penuh cinta dan senantiasa mengajarkan cinta. Novel ini adalah salah satu yang mendokumentasikan bentuk cinta tersebut dalam balutan kisah sarat akan budaya. Tokoh Rama dan Julia masing-masing merepresentasikan background budaya yang serupa, tapi tak sama.”
Habiburrahman El-Shirazy
(Penulis buku best-seller Ayat-Ayat Cinta, Sastrawan, Dai, dan Sutradara)
“Sebuah kisah yang tidak hanya menunjukkan kepada pembaca tentang keragaman masyarakat Indonesia, tetapi juga bagaimana hidup di tengah keragaman itu. Buku yang menarik, Kisah Rama dan Julia akan menjadi selebrasi sekaligus apresiasi atas cinta beda budaya di tengah masyarakat kita yang multikultural.”
Helmy Yahya
(Businessman, Entertainer, Politikus, dan Motivator)
“Sebuah buku yang menampilkan kisah cinta yang penuh liku dan upaya dalam memperjuangkannya. Namun, bila Allah sudah berkehendak, siapa yang bisa mencegah? Itulah cerita tentang berbagai perbedaan, tetapi dengan sentuhan cinta bisa dipersatukan dalam kisah yang indah.”
Sandiaga Salahuddin Uno
(Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2020—2024)
“Membaca sepenggal Kisah Rama dan Julia yang sarat akan budaya Jawa ini, ternyata merupakan cerminan dari pandangan penulis terhadap adat, tradisi, hingga norma kejawen. Bagaimana cara penulis mengemas kebiasaan priayi dalam tokoh utama adalah sesuatu yang menarik. Selamat Ibu Huraira atas lahirnya karya yang menghibur dan mengedukasi!”
Ahmad Fuadi
(Penulis buku best-seller Negeri 5 Menara, Sastrawan, dan Pegiat literasi)
“Novel yang menghadirkan kultur Jawa dengan sangat kental. Tokoh Julia dan Rama yang digambarkan dalam novel ini membuka perspektif lain dalam memandang ‘perbedaan’ itu sendiri. Sejatinya, perbedaan itu bisa menjadi jalan untuk menjemput kebahagiaan yang lebih besar, jika mampu mengatasi rintangan yang menghadang.”
Muhadjir Effendy
(Ex. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 2016—2019, Ex. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2019—2024, dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan)
“Masyaallah, Kisah Rama dan Julia ini terasa begitu cantik untuk disajikan sebagai seni dan terasa begitu indah untuk dinikmati kisah romansanya. Secara garis besar, memang dominasi ceritanya berpusat di Julia dengan kultur Jawanya yang kuat. Namun, tetap bisa dinikmati semua kalangan.”
Dewi Yull
(Publik figur, Penyanyi, dan Aktris)
“Membaca Kisah Rama dan Julia membawa saya untuk jatuh hati pada tokoh Julia. Hidup dalam lingkup budaya Jawa menjadikan Julia sangat aware dengan unggah-ungguh. Gaya penceritaan penulis yang detail akan membuat pembaca seolah bertemu langsung dengan sosok fiktif tersebut. Tentu ini adalah hal yang menarik. Selamat dan semangat untuk lahirnya karya Ibu Huraira!”
Asma Nadia
(Penulis buku best-seller Surga yang Tak Dirindukan, Novelis, dan Pegiat literasi)