Saat usia menyentuh 37, Kamarina berani mengambil keputusan besar: bercerai dan memulai hidup baru. Ditemani dua sahabat yang selalu hadir dalam jatuh bangunnya, dia menjelajah berbagai tempat dan hubungan demi satu hal yang terus dirindukan: cinta!
Soft cover (laminasi doff, emboss, spot UV)
14 x 20 cm
400 halaman
Bookpaper 55 gr
Firliana Purwanti sudah terjun di dunia kepenulisan sejak SMP. Tulisan-tulisannya merekam jejak pengalaman pribadi dan peristiwa sosial-politik, dari bencana alam, hingga hak-hak atas seksualitas perempuan. Beberapa tulisannya dimuat di Tempo, Prisma, The Guardian, Magdalene, dan HistoriA.
“Sebuah narasi yang jujur dan ‘real’ tentang perempuan, perceraian, dan relasi sosial.”
Najwa Shihab
Jurnalis dan Pendiri Narasi
“Cerita fiksi yang renyah, mudah dimengerti, dan sarat muatan tentang kesetaraan. Isi hati perempuan yang apa adanya.”
Petty S. Fatimah
Lecturer, Empowerment Advocacy, and Former Editor-in-chief Femina
“Buku ini bukan hanya cerita, tapi cermin. Untuk kita yang diam-diam masih rindu dicintai, tapi juga ingin menjadi dirinya.”
dr. Yovi Yoanita
Dokter Praktisi Gizi, Brain Health, dan Mental Health & Wellness
“Buku ini adalah pelukan hangat bagi perempuan yang merasa sendiri. Kamarina membuktikan bahwa perceraian bukan akhir, tapi awal menuju hidup yang lebih jujur dan membahagiakan.”
Cisca Becker
News Anchor
“Cerita fiksi yang amat menarik, membuat kita merasa bahwa mengenali diri sendiri, mengejar keinginan, dan punya support group amat penting bagi seorang perempuan.”
Rosdiana Setyaningrum
Psikolog
“Sebagai sesama penulis, saya jamin Kamarina Rindu Cinta akan membuat Anda terpukau! Sebuah kelana imajinasi jujur tentang keberanian perempuan melajang kembali dan menemukan cinta, bahkan sampai ke negeri seberang.”
Pangesti Boedhiman
Penulis