Cita-cita tebesar Alim hanya melihat putri semata wayangnya tumbuh dewasa,
Sukses, dan bermanfaat untuk orang banyak.
Tidak terobsesi untuk menduduki jabatan di pemerintahan.
Namun, karena terpaksa menjadi Pj. Bupati, yang bisa dilakukan Alim hanya berusaha, sembari mengharap bantuan.
Supaya keluarganya tidak malu punya suami dan ayah seperti dirinya.
Mampukah Alim mengemban amanah itu dengan baik?
Lalu mengapa sebuah rahasia tentang Tenri tiba-tiba terkuak?
Perjuangan Alim menjadi Pj. Bupati yang baik, dan rahasia tentang Tenri, akan terjawab dalam novel ini.
Ikuti kisah lengkapnya dalam buku ...
Berkisah tentang Alim, seseorang yang bodoh dan tak paham pemerintahan, tapi dilantik menjadi Pj. Bupati karena keinginan mertuanya. Sebab tak bisa menolak, dia rela menjadi boneka yang dikendalikan agar pemerintahan berjalan semestinya. Tak cukup dengan kenaikannya menjadi Pj. Bupati, ternyata fakta mengejutkan tentang anak semata wayangnya, Tenri, lebih sangat mengguncangnya.
Penulis adalah seseorang yang sudah bergelut di birokrasi selama lebih dari 30 tahun, tapi hatinya tak pernah lepas dari dunia kepenulisan. Aktif di Pergerakan Birokrat Menulis sebagai editor maupun writer. Pernah menulis beberapa buku nonfiksi, antologi cerpen dan puisi. Kalau Bodoh Jangan Jadi Bupati ini merupakan karya fiksi pertamanya, dan saat ini masih terus menulis berbagai naskah, baik untuk keperluan pemerintahan, maupun kepentingan lain.