Sebuah karya sederhana, tentang menjalani hidup sesuai tuntunan-Nya dan memperoleh kebahagiaan yang nyata.
Tidak ada manusia yang tidak ingin berbahagia. Berbagai cara pun dilakukan, mulai melakukan semua kesenangan, hingga memperkaya diri dan keluarga. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namun, rupanya ada “tuntunan” yang perlu kita pahami untuk bisa menjadi bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.
Memahami pentingnya menghidupkan iman dalam diri
Menapaki langkah sederhana menebarkan kebaikan kepada sesama
Memaknai hikmah positif dari setiap masalah kahidupan
A5 (14,8 x 21 cm)
Soft cover
xiv, 146 hal
Bookpaper 55 gsm
Inarotul Uyuni, S.Pd., seorang ibu rumah tangga dengan empat orang anak yang mempunyai nama pena Ina Syahidah. Menulis baginya menjadi bagian menebar kebaikan, bagian dari meninggalkan warisan berharga bagi para pembaca.
Karya tulisan sebelumnya ada dalam proyek menulis bersama (antologi): Aku dan Si Buah Hati, Kumpulan Cerpen Senandung Rindu, Jejak Cinta Ananda dan Pejuang Merajut Asa.
“Masya Allah, tabarakallah. Membaca buku ini, saya langsung tersetrum mendapatkan quote dan kisah menarik. Bener-bener makjleb. Buku ini sederhana, tetapi dari kesederhanaannya justru kita dapatkan hal-hal yang luar biasa.”
Solikhin Abu Izzuddin
Guru Ngaji Ndeso, penulis, konsultan keluarga, penulis buku best-seller From Zero to Hero
“Sebuah tulisan yang menyejukkan pikiran sekaligus menghangatkan hati. Apalagi dengan tambahan kisah yang relevan, membuat kita sebagai pembaca mudah memahami gagasan yang dipaparkan.”
David MinG
–Professional Ghostwriter
–Co-Founder PT Tinta Langit
–Founder Penerbit Litera Mediatama
-Direktur Yayasan Hamalatul Qur’an Amanah
“Buku ini ditulis, dimaksudkan untuk memberikan sajian hikmah yang diharapkan akan terserap baik kepada para pembacanya. Hingga terdorong untuk berbuat kebaikan yang lebih besar, dan akhirnya punya konsistensi dalam berbuat baik.”
Dyah Rachmawati
Pendakwah, Ketua APIK (Yayasan Perempuan Cinta Kebaikan)
“Kehidupan yang tertata bisa kita latih dalam diri kita dengan melihat atau mengambil inspirasi dari orang-orang yang berhasil dalam kehidupannya. Buku ini memberitahukan pada kita konsep, ilmu, teori tentang bagaimana seharusnya kita menata kehidupan.”
Aisyah Dahlan
Tokoh perempuan, pembina Yayasan Bakti Ibu, pimpinan PGPQ Raudhatul Mujawidin
“Untuk menapaki tangga kebaikan dibutuhkan kekokohan orientasi niat yang benar karena Allah. Tahan banting tahan uji. Buku ini menyajikan langkah untuk meraih bahagia dapat kita lakukan dari hal-hal yang ada di sekitar kita.”
Suriyati, S.Th.I., M.Psi.
Konselor keluarga, praktisi keluarga
“Masya Allah, buku yang ditulis secara berurutan ini, menuntun pembaca untuk teratur dalam berpikir dan melaksanakan amalnya. Mulai dari fondasi, alasan-alasan mengapa amal tersebut dilakukan, hingga teknisnya.”
Iky Putri Aristhya, S.I.Kom., M.I.Kom.
Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)