Selayaknya manusia yang tumbuh dalam untaian perjalanan dan membentuk sebuah kehidupan utuh, begitu pula kisah Dika dan orang-orang lain di sekitarnya. Masa kecil yang penuh dengan berbagai luapan emosi bahagia, haru, dan duka menjadi saksi perjuangannya meraih cita-cita. Melewati sejumlah peristiwa yang semakin menegaskan roda kehidupan di mana ada saatnya manusia di atas dan di bawah, akankah membuat Dika tetap bersyukur dan sadar bahwa semua yang terjadi adalah bukti cinta Sang Pencipta pada makhluk-Nya?
dr. Abdi Khairi, Sp.PK. adalah seorang dokter pegawai negeri sipil yang bertugas di bagian laboratorium. Kecintaannya pada dunia sastra mengantarkannya untuk berkarya melalui tulisan. Setelah meluncurkan kumpulan puisi berjudul Dentang Kata yang Membuncah di Dada, Bagai Lembut Embun dalam Cinta terbit sebagai kumpulan cerpen pertamanya.
“Layaknya tetesan embun, kisah-kisah dalam buku ini dapat menjadi penyejuk bagi siapa saja yang membacanya. Dengan memaknai rangkaian peristiwa sehari-hari nan hangat yang disajikan di buku ini, kita akan melihat bagaimana tindakan yang lembut bisa memberikan kebahagiaan hidup yang diridai Allah.”
Prof. Wahyudi
(Guru Besar Universitas Negeri Malang)
“Hadirnya buku ini memberikan penyegaran dan melatih kita untuk selalu berpikir bahwa dalam setiap kejadian yang kita alami, tentunya ada pembelajaran yang dapat kita peroleh sehingga dapat dijadikan sebagai pengalaman untuk memperkuat jiwa kemanusiaan kita.”
Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Pd.
(Dekan FK Universitas Palangka Raya)
“Buku ini dituliskan dengan alur cerita yang ringan dan ketika dibaca mengalir begitu saja, relate sekali dengan kehidupan sehari-hari. Banyak pesan kehidupan yang bisa diambil dari cerita di dalamnya, hikmah yang mengandung kebaikan dari suatu kejadian, meskipun itu sebuah kejadian tidak menyenangkan.”
Rissiani
(Apoteker)
“Buku yang penuh inspirasi serta mengajarkan kita untuk ikhlas dan sabar dalam menjalani setiap episode kehidupan masing-masing.”
Dr. Lisa Herawati, M.M.
(Kepala Bidang PPA di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Barito Kuala)