Clausthal, menjadi tempat bagi Meira menapaki hari-harinya sambil belajar memahami makna hidup.

Perbedaan budaya dan sunyinya jarak mengajarinya banyak pengalaman.

Hingga suatu hari, pertemuannya dengan Herr Abell membuka pintu kisah yang tak pernah ia duga.

Lelaki tua itu membuat Meira bertanya, “Akankah masa tuanya kelak sunyi tanpa keluarga yang peduli?”

Kegelisahan itu menyeret ingatannya pulang, pada wajah orang tuanya di tanah air.

Dari setiap sosok yang ia temui, Meira belajar tentang sepi, martabat, dan arti cinta yang sederhana.

Semua itu menumbuhkan harap: menjalani usia senja yang layak dan penuh kasih hingga akhir hayat.

Ingin tahu kisah lengkapnya?

Dapatkan segera!

13

Buku ini mengisahkan Meira, perempuan asal Makassar yang tengah menempuh studi doktoral di Jerman. Di sana, ia bertemu dengan seorang lelaki tua bernama Herr Abell, yang kemudian menjadi awal dari kisah-kisah baru dalam hidupnya.

SPESIFIKASI BUKU

Soft cover (laminasi doff, emboss, spot UV)

14 x 20 cm (A5)

200 halaman (Black and White)

Bookpaper 55 gr

PROFIL PENULIS

Meta Mahendradatta

merupakan dosen senior dan Guru Besar di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin, dengan latar pendidikan S-3 di TU Clausthal, Jerman. Sebagai bungsu dari dua bersaudara, menulis adalah passion-nya, dan cita-cita menjadi novelis masih terus ia kejar untuk diwujudkan.

Kata mereka tentang buku ini:

“Novel ini adalah karya sastra yang berisi inspirasi, imajinasi dari penulisnya yang tentu saja dipengaruhi oleh banyak hal. Oleh karena penulisnya seorang ilmuwan, seorang guru besar ilmu teknologi pangan, maka tentu saja hal ini bagi saya adalah suatu hal yang mencengangkan. What a surprised!

Dr. Yundini Husni Djamaluddin

 

Doktor Politik,  Dosen Polisi STIK, Chairman of Indonesia-Bahrain Business and Friendship Society

Rated 5 out of 5

“Novel ini serupa sungai berair jernih lagi beriak. Ada suara gemercik yang menenangkan.”

Gegge Mappangewa

 

Guru, Penulis, Aktivis Forum Lingkar Pena

Rated 5 out of 5

“Prof. Meta Mahendradatta berhasil mengemas kompleksitas emosi dan dinamika hidup dalam cerita yang sederhana, tapi menyentuh.”

Dr. Hartati Tamti, M.Si.

 

Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Hasanuddin

Rated 5 out of 5

“Buku ini sangat layak dibaca sebagai sarana muhasabah diri agar kita tidak lupa untuk berbakti kepada orang tua. Sangat direkomendasikan untuk siapa pun yang ingin menyelami makna kasih dalam keluarga.”

David MinG

 

Professional ghostwriter, Founder Penerbit Litera Mediatama, Co-Founder PT Tinta Langit, Direktur Yayasan Hamalatul Qur’an Amanah

Rated 5 out of 5

“Senja di Tepian Waktu berhasil memadukan alur mundur dengan narasi yang mudah diikuti. Penulis mampu menyampaikan isu aging dan refleksi personal yang selaras untuk dibaca.”

Dr. Surya Kresnanda

 

(Leadership Communication Coach, Head Coach Naratika, Co-founder Tinta Langit

Rated 5 out of 5

MILIKI SEKARANG JUGA

Dengan Harga:

Rp120.000