Radit hanyalah seorang laki-laki biasa yang melabuhkan cinta, harapan, dan hidupnya pada seorang gadis bernama Renata.
Namun, semesta seakan bekerja sama untuk tidak jua menyatukan keduanya.
Ribuan kilometer jarak terbentang, perbedaan zona waktu turut menjadi rintangan.
Hingga berakhirlah hubungan yang sangat Radit impikan selamanya akan bertahan.
Hari-hari Radit ia habiskan untuk mengenang luka dan mencatat lara.
Menuliskan surat untuk Renata yang tidak pernah dikirimkannya.
Inilah catatan lara seorang Raditya.
Sebuah novel yang berisi tentang catatan lara laki-laki bernama Raditya untuk kekasihnya, Renata. Radit menuliskannya dalam bentuk surat yang tidak pernah benar-benar ia kirimkan untuk Renata.
Seorang yang gemar menulis dan ini adalah buku keduanya. Sita bercita-cita turut memajukan literasi Indonesia melalui karya-karyanya.
TESTIMONI
“Di Catatan Lara, kita diajak bertualang untuk merajut dua rasa ini, sambil melepas harap pada takdir untuk hadir menjadi saksi. Sungguh romantis. Selamat Mbak Sita untuk novel keduanya, sukses.”
Pinkan EC. Laluyan
Penulis novel Kembali ke Sydney
“Kegundahan dan keinginan mewujudkan cinta terasa jelas dalam novel Kak Sita ini. Buku ini dapat menjadi penyemangat bagi kita yang sedang mengejar dan memaknai cinta.”
Dahnyl Fitri
Penulis novel Kau Baik-Baik Saja, Janna?
“Baca buku ini jadi ngerti kegalauan perasaan para pejuang LDR (long distance relationship), apakah cintanya tetap layak diperjuangkan ataukah jadi bertepuk sebelah tangan karena pasangan mereka putus harapan untuk bisa bersama di masa depan.”
Devi Sjatrie
Penulis novel When the Star Rises Again
“Awal membaca tulisan Kak Sita, langsung dimanjakan oleh ilustrasi yang memanjakan mata. Indah! Seindah tulisan di novel ini. Bahasanya juga ‘light’ dan mengalir, membuatku hanyut, ikut merasakan kesendirian dan kesedihan sang tokoh utama.”